Empat Kelompok Orang

This entry is part 3 of 4 in the series Saatnya Menaikkan Harga
Ilustrasi | IST

Ilustrasi | IST

Oleh Eloy Zalukhu, The Theocentric Motivator

NIASSATU, JAKARTA – Saat ini, saya masih jauh dari potensi yang dapat saya lakukan. Jadi saya sedang meningkatkan semuanya, saya harap Anda juga termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Massive action, itu yang dibutuhkan untuk berhasil dalam persaingan yang semakin menggila ini.

Untuk itu, selain dari mendapatkan attention, Anda juga harus bersedia menerima kritik. Maksudnya, ketika Anda berpikir, bekerja “10X” lebih dari sebelumnya, ada orang-orang yang akan mengkritik Anda. Siapa mereka? Orang-orang itu adalah manusia yang masuk dalam tiga kelompok berikut:

Pertama, kelompok No Action. Ini adalah manusia malas, mereka tidur, bangun, duduk, makan-minum seadanya, tidur lagi, dan bahkan mungkin mereka orang-orang yang kecanduan, sehingga mereka no action.

Kedua, kelompok retreat in action. Ini adalah orang-orang yang pernah melakukan sesuatu, mencoba satu-dua kali, ternyata susah, lalu mereka mundur, mereka retreat. Mereka pernah ingin mencapai target penjualan, tapi ketika telepon prospek mereka ditolak, ketika mereka prospecting mereka ternyata tidak bisa menjawab pertanyaan prospek, akhirnya mereka mundur dan hampir menyerah.

Sekarang mereka menjadi manusia “penunda”. Bangun pagi ditunda, mandi ditunda, makan ditunda, pergi kerja ditunda, telepon prospek ditunda, semua ditunda, dan mereka sudah hampir kalah. Mereka sebetulnya sudah mati, tapi masih hidup. Secara fisik mereka masih bernafas tetapi sebetulnya mereka sudah mati dalam hal tidak ada semangat hidup. Mereka sudah menyerah.

Ketiga, kelompok average action: Ini adalah manusia yang bekerja 8 jam sehari. Mereka bekerja sebagaimana manusia normal lain melakukannya. Dalam hal spiritual misalnya, mereka beribadah selayaknya manusia normal. Semua aman-aman saja. Semua rata-rata. Tidak ada yang mengkritik apalagi yang membenci. Semua biasa-biasa saja, sampai mati, tidak memberikan dampak apa-apa, mereka hanya sekedar mengunjungi sejarah, dan tidak melakukan apapun yang bernilai tinggi.

Orang-orang macam ini, masuk ruangan tidak ada yang melihat, keluar ruangan pun tidak ada yang melihat. Mereka manusia rata-rata. Dan sesungguhnya, inilah manusia yang paling kasihan karena sebetulnya mereka memiliki banyak potensi/bakat, namun mereka hanya gunakan sedikit. Dan karena hal itu yang dilakukan oleh semua orang, kelompok ini merasa sudah baik-baik saja. Padahal mereka adalah kelompok orang yang kasihan, tapi mereka tidak mengetahuinya.

Keempat, kelompok massive action, inilah orang-orang 10X, yang go the extra mile. Mereka berpikir dan bekerja 10X lebih baik dari orang lain.

Nah, kelompok 1, 2, 3 di atas akan mengkritik bahkan membenci kelompok 4. Mereka akan berkata “Jangan bekerja telalu keras, istirahatlah” Atau “Jangan mencari uang terus, karena uang tidak akan membuatmu bahagia”. Atau “Jangan terlalu agresif karena kamu bisa dikritik bahkan dibenci”. Dan masih banyak lagi kalimat negatif lainnya!

Orang-orang ini bisa jadi anggota keluarga Anda, bisa jadi suami atau istri, bisa jadi ayah atau ibu, bisa jadi saudara dan sahabat. Iya, betul. Apakah mereka orang jahat? Bukan. Apakah mereka membenci Anda? Tidak. Tetapi mereka manusia tipe kedua atau ketiga, mereka berusaha menunjukkan cinta mereka kepada Anda dengan nasihat-nasihat negatif di atas, dan mereka bahkan tidak sadar, bahwa nasihat itu salah dan negatif.

Karena percayalah, orang yang berkata “Uang tidak membuat manusia bahagia”, pasti sedang bingung dan ia sadar atau tidak sadar sedang mengajak Anda bingung bersama. Kenapa? Karena “Tidak ada uang pun tidak membuat orang bahagia”. Jadi bahagia itu tidak ada urusannya dengan uang. Sukses itu bukan tentang dapat uang banyak, itu nomor dua.

Seperti saya katakan di setiap seminar, “Sukses itu adalah tentang kesetiaan Anda menggunakan potensi, bakat, talenta yang Tuhan percayakan kepada Anda dengan sebaik-baiknya.” Yang saya maksud dengan kata sebaik-baiknya adalah menjadi manusia “10X”, yaitu 10x lebih baik dalam bekerja, 10x lebih baik dalam berpikir, 10x lebih baik dalam kualitas.

Bukan hanya di tempat kerja, tetapi di semua aspek kehidupan, termasuk dalam keluarga, menjadi 10x lebih mencintai istri dan anak-anak, 10x lebih peduli dalam membangun karakter anak-anak. Termasuk dalam hal hubungan pribadi dengan Tuhan sebagai pencipta dan pemelihara kehidupan, harus 10x lebih baik dari sebelumnya.

Apakah target 10X ini bisa dicapai? Tidak. Tidak akan ada yang pernah mencapainya, tetapi bukan itu poin pentingnya. Ingat, hidup ini bukan berapa banyak yang Anda dapatkan. Itu urusan nomor dua. Utamanya, target menjadi manusia 10X adalah mematikan kebiasaan untuk hidup normal, hidup medioker, hidup rata-rata, hidup biasa saja, hidup cari aman. Kalau Anda terus hidup dengan filosofi hidup semacam itu, Anda pasti akan didisplinkan oleh kehidupan.

Anda tidak akan pernah meraih potensi maksimal Anda. Sukses itu adalah ketika pada ujung kehidupan ini, Anda menghembuskan nafas terakhir, Anda bertemu dengan Tuhan dan Anda mendengar ucapan ini: “Well done my good and faithful servant”, atau “Selamat hamba-Ku yang baik setia, engkau telah setia menggunakan bakat, potensi atau talenta yang AKU berikan kepadamu…”

Dalam dunia bisnis pun sama, tidak ada pilihan lain, selain meninggalkan mindset rata-rata dan merangkul mindset “10X”. Tadi saya katakan, tidak akan ada orang yang mutlak mendapatkan nilai 10X. Tetapi, mana yang Anda pilih, gagal mendapatkan 1 miliar atau gagal mendapatkan 10 miliar. Kalau Anda punya impian, target penjualan 1 miliar dan gagal, Anda mencapai 50% misalnya, artinya 500 juta. Bayangkan kalau Anda menaikkan sasaran Anda menjadi 10 miliar, Anda gagal juga, berhasil 50% misalnya, Anda akan mendapatkan 5 miliar. Mana yang Anda pilih? Jelas 5 miliar jauh lebih besar dari 500 juta.

Kesalahan berpikir banyak orang adalah, mereka merasa bahwa target 10 miliar akan 10x lebih susah untuk mencapainya dibandingkan usaha mencapai 1 miliar. Sebenarnya tidak demikian, Anda bahkan tidak harus lebih pintar untuk mencapai 10 miliar dibadingkan 1 miliar. Anda tidak harus lebih pintar.

Jaman sekarang, kepandaian, atau sekolah tinggi, dari universitas terbaik di dunia bukan jaminan kesuksesan dan bukan yang paling bernilai dalam bisnis. Apa yang paling penting adalah willingness to go the extra mile (10x), ketekunan untuk berjalan 10x lebih jauh daripada yang lain. Dalam perjalanan ekstra itulah, semakin jauh Anda berjalan, semakin sedikit orang yang kesana, semakin sedikit kompetitor, semakin sedikit hambatan, semakin besar peluang, dan kesuksesan besar pun akan didapat bahkan hinga 10X lebih banyak.

Jadi poinnya adalah, saya ulang lagi, matikan mindset untuk hidup rata-rata, kick the average! Kill the mediocre! Jadilah 10XER! Go the extra mile. Miliki sasaran 10x lebih besar dari sekarang. Sasaran itu akan membangunkan energi dan potensi terbaik yang selama puluhan tahun tertidur dalam diri Anda.

Catat ini, kalau Anda tidak pernah dikritik, Anda pasti manusia rata-rata. Karena selain dikritik, Anda akan dibenci. Kalau tidak seorang pun membenci Anda, Anda pasti manusia rata-rata, yaitu average action, yang kalau Anda tidak segera berubah, cepat atau lambat Anda akan turun ke kelompok retret in action dan kemudian kelompok no action.

Manusia “10X” adalah manusia dengan massive action, mereka bekerja di luar normalitas. Mereka tidak mengikuti panduan “budaya” yang ada. Mereka selalu melihat potensi atau bakat yang ada dalam diri mereka dan jurang atau perbedaan dengan realita mereka saat ini. Mereka terus bergerak, mereka dikenal dengan “massive action”, bukan hanya kerja keras, tetapi juga kerja cerdas, bekerja hingga tuntas. Kalau mereka seorang salesperson, mereka tidak menerima jawaban “No/Tidak” dari prospek, mereka akan melakukan berbagai usaha yang baik, untuk action, kalau perlu menunggu di depan rumah atau kantor prospek untuk mendapatkan hasil.

Nah mungkin Anda tidak mau melakukan itu karena Anda merasa itu terlalu agresif. Anda mau biasa saja, normal saja. Tetapi ingat bahwa kalau Anda tidak mendapat kritik atau kebencian, Anda manusia rata-rata.

Ambil contoh Pak Ahok, yang sebentar lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dialah contoh manusia 10x yang saya maksudkan. Anda hanya punya dua pilihan, membenci atau mengaguminya. Itulah manusia 10X. Saya tidak tahu apakah ada lembaga yang pernah melakukan survei bulan September 2014 ini mengenai persepsi penduduk DKI Jakarta tehadap Pak Ahok, tetapi saya yakin, kalau 50% penduduk DKI membenci Pak Ahok, minimal 50% mengagumi apa yang sedang ia perjuangkan.

Kesalahan fatal banyak orang adalah takut dikritik apalagi dibenci. Tidak ada sekolah yang mengajarkan Anda tips untuk dikritik atau dibenci. Anda akan diajarkan bagaimana disukai dan menjadi populer. Well, saya pun mengajarkan hal itu dalam Rave Sales Model. Saya mengajarkan bahwa dalam membangun hubungan baik (relationship) dengan siapapun, misalnya dengan calon konsumen, Anda perlu likability factor, yaitu tips agar Anda disukai. Karena dalam sales, Anda memang harus disukai. Kalau Anda tidak disukai, prospek tidak akan memberi Anda kesempatan untuk maju lebih jauh dalam proses penjualan.

Namun, likability factor bukan berarti Anda harus menghindari kritik. Dalam dunia bisnis, sebagai tenaga penjual misalnya, Anda butuh attention, Anda butuh dikenal oleh pasar. Entah Anda teriak, naik pohon, atau menjatuhkan diri dari lantai 5, atau naik tiang listrik untuk mendapatkan perhatian, apapun itu…Anda butuh dikenal oleh pasar. Kalau pasar yang mengenal Anda sedikit, leads atau pipeline atau orang-orang yang jadi prospek Anda juga sedikit.

Kalau calon prospek Anda sedikit, kesempatan Anda untuk closing deals juga sedikit. Padahal Anda harus banyak closing deals supaya bisnis Anda terus bertahan dan berkembang. Dan seperti saya tulis diatas, semakin banyak peluang yang Anda punya, semakin berani Anda untuk menaikkan harga, karena Anda tidak dikejar tekanan untuk bayar cicilin kendaraan, uang kontrak dan biaya sekolah anak-anak.

Maka di dalam proses meraih kesuksesan 10X itulah, Anda dan saya harus meninggalkan manusia rata-rata (mediocre/average), dan menjadi “Manusia sepuluh kali (10X)”, yaitu sepuluh kali lebih tekun dalam bekerja, 10x lebih cerdas, 10x lebih berkualitas, sehingga solusi Anda 10x lebih baik. Termasuk dalam keluarga dan spiritualitas. Mungkin Anda mengatakan, bagaimana bisa, karena waktu hanya 24 jam per hari, hidup harus balance (seimbang).

Sebenarnya, life balance itu tidak ada. Yang ada adalah Anda push yourself  untuk menjadi yang terbaik di semua bidang kehidupan; Pekerjaan, Keuangan, Kesehatan, Pendidikan, Keluarga, dan tentu saja spiritualitas.

Memperbudak Waktu

Ada yang berkata, tetapi kalau 10X di semua bidang, mana mungkin? Tidak cukup waktu. Sebenarnya, you don’t need to manage time. What you need is to make the time your slave. Jangan pernah membiarkan waktu memperbudak Anda, Andalah yang memperbudak waktu.

Apa artinya? Artinya adalah Anda mesti punya keinginan menjadi manusia 10X, itu dulu. Karena dengan keputusan dan ketetapan itu, Anda akan mendapatkan banyak masalah baru. Misalnya, pada hari Senin, jam 2 siang, Anda harus meeting dengan klien, di saat yang sama, Anda harus menemani istri ke dokter atau menghadiri pertunjukkan anak Anda di sekolah.

Mana yang penting? Semua penting. Dan ini adalah masalah yang harus Anda pecahkan. Di sinilah potensi terbaik yang selama ini tertidur pulas dalam diri Anda menjadi bangun, dan Anda mencari solusinya. Saya tidak tahu apa solusinya, tergantung situasi yang ada, tergantung prioritas Anda saat itu. Tetapi intinya adalah, menjadi manusia 10X, Anda akan menghadapi banyak tekanan, dan itu adalah hal yang baik. Anda butuh tekanan kalau mau maju. Anda butuh kesulitan untuk mencapai hasil 10X lebih baik, sehingga potensi yang Tuhan percayakan kepada Anda, tidak tertidur dalam diri, tetapi keluar untuk mencapai potensi maksimal. (NS1)

 

Series Navigation<< Bagaimana Mendapatkan Referensi 10X Lebih Banyak?
About the Author

Leave a Reply

*

Translate »