Kontribusi Luar Biasa Dr. Hekinus Manaö Bagi Negara yang Jarang Diketahui Publik

Piagam Penghargaan dari KSAP | Etis Nehe

Piagam Penghargaan dari KSAP | Etis Nehe

NIASSATU, JAKARTA – Berpulangnya Dr. Hekinus Manaö pada Sabtu, 19 Maret 2016 ternyata menjadi momen untuk mengetahui begitu banyak kontribusi signifikannya bagi negara ini, yang tidak terlalu banyak diketahui publik.

Beberapa hal terungkap dalam pernyataan ungkapan dukacita yang disampaikan oleh rombongan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) saat melayat di kediaman pribadi keluarga Dr. Hekinus di Gading Serpong, Sabtu (19/3/2016) malam.

Dalam pernyataan yang dibacakan di depan keluarga oleh Ketua Komite Kerja KSAP Bismar H. Simanjuntak mengatakan, bahwa mereka sangat kehilangan sosok Dr. Hekinus.

“Kami keluarga besar KSAP merasa sangat kehilangan salah satu penggagas Undang-Undang di Bidang Keuangan Negara dan Pelopor terbentuknya KSAP, Bapak Dr. Hekinus Manao, M.Acc.. CGFM,” ujar Bismar.

Bismar menjabarkan, Dr. Hekinus juga bersama tim RUU Keuangan Negara meletakkan dasar bagi reformasi di bidang pertanggungjawaban keuangan pemerintah dengan menekankan semangat akutabilitas dan transparansi (accountability and transparency).

Melalui kiprah Dr. Hekinus jugalah KSAP menjadi besar dan mampu menghasilkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

“Dengan ide brilian beliau usulkan SAP berbasis cash toward accrual menjadi mendunia dan diakui dunia internasional. Bukan hanya melalui SAP saja berkarya tetapi juga beliau memimpin penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang lengkap pada 2004 untuk pertama kalinya,” jelas Bismar.

Bismar melanjutkan, Dr. Hekinus berparan besar atas lahir dan berkembangnya ASP tahun 2005. Dengan presentasi yang gemilang di hadapan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) memaparkan betapa pentingnya Indonesia memiliki SAP yang mengacu pada best practice international.

Bahkan, kata dia, meski sudah tidak lagi di KSAP, Dr. Hekinus tetap memberikan perhatian yang besar dengan memberikan informasi dan masukan yang berharga untuk pengembangan KSAP berbasis akrual. 

“Tak habis-habisnya membicarakan kontribusi beliau dalam membangun akuntabilitas Indonesia. Juga joke-joke intelektual beliau senantiasa menghangatkan keakraban kami di KSAP,” tutur dia.

Pada kesempatan itu, rombongan KSAP juga menyerahkan Piagam Penghargaan atas dedikasi dan komitmen paripurna serta kontribusi luar biasa bagi akuntasi pemerintahan serta pengabdian dalam keanggotaan KSAP.

Di antara rombongan KSAP tersebut, juga ada Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sonny Loho yang disebut-sebut sebagai “kader” yang disiapkan oleh Dr. Hekinus. Pasalnya, Sonny merupakan anak buah Dr. Hekinus yang kemudian secara berturut-turut menggantikannya setelah mengalami promosi jabatan.

Ketika Dr. Hekinus dimutasi menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Sonny menggantikannya pada posisi Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan mulai tanggal 17 Oktober 2008. Kemudian, setelah Dr. Hekinus mendapat penugasan menjadi wakil Indonesia sebagai salah satu Direktur Eksekutif Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat, Sonny kembali menggantikan posisinya sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan. Setelah itu pada 1 Juli 2015 Sonny dilantik menjadi Direktur Jenderal Kekayaan Negara.

Pernyatan serupa juga diungkapkan oleh Rekan-rekan seangkatan Dr. Hekinus di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) angkatan 1976. Mereka menyebutkan dua ciri khas Dr. Hekinus yang tidak berubah sejak kuliah adalah komitmennya menjaga integritas dan semangatnya mendorong transparansi. (ns1)

 

About the Author
  1. Bowoniohi sarmaha Reply

    Benih yg baik pasti dikenang

  2. Adila Reply

    Salut dan sangat menginspirasi..

  3. Ismael Dachi Reply

    Kepulauan Nias merasa sangat kehilangan salah satu Putra terbaik Kepulauan Nias, semoga figur seperti beliau terinspirasi akan muncul generasi baru. Istirahat dengan damai & tenang disisi Bapa di Surga. hasil karya & jasa-jasamu akan selalu dikenang dlm sanubari.

Leave a Reply to Ismael Dachi Cancel reply

*

Translate »