PAGELARAN BUDAYA NIAS DI CFD JAKARTA

Menpora Janji Tampilkan Tari Perang dan Lompat Batu pada Asian Games 2018

Menpora Imam Nahrawi menyaksikan atraksi Tari Perang di Pagelaran Budaya Nias pada acara Car Free Day di Jakarta, Minggu, 12 Februari 2017 | Dok. @imam_nahrawi

Menpora Imam Nahrawi menyaksikan atraksi Tari Perang di Pagelaran Budaya Nias pada acara Car Free Day di Jakarta, Minggu, 12 Februari 2017 | Dok. @imam_nahrawi

NIASSATU, JAKARTA – Aksi Pemuda Peduli Nias (PPN) yang menggelar pagelaran budaya Nias di acara Car Free Day (CFD) Jakarta pada Minggu, 12/2/2017) berbuah manis. Kegiatan promosi Kepulauan Nias yang digagas para pemuda Nias di Jabodetabek tersebut dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Imam tak cuma hadir dan puas menikmati pagelaran yang digelar di ujung ruas jalan Imam Bonjol di sisi Hotel Mandarin Oritental di sisi Bundaran Hotel Indonesia itu, dia juga menjanjikan untuk mementaskan atraksi Tari Perang dan Lompat Batu pada pembukaan Asian Games 2018.

“Budaya Nias yang perlu kita lestarikan sprt tari perang baluse , lompat batu (hombo batu).kita akan pentaskan di Asian games 2018. -IN,” ujarnya melalui akun Twitter resminya @imam_nahrawi pada Minggu, 12 Februari 2017.

Dalam acara tersebut, panitia menampilkan empat atraksi yang menjadi ciri khas Nias. Selain Tari Perang dan Lompat batu, juga Famadaya Ni Owalu dan tarian massal, Maena. Semua atraksi digelar oleh tim dari Sanggar Tolögu. Selain dihadiri oleh warga Nias, juga dihadiri banyak sekali peserta CFD dan diliput oleh berbagai media nasional.

Menteri Imam sendiri menuju tempat acara menggunakan sepeda dari rumah dinasnya di Jl. Widya Chandra, Jakarta Selatan di dampingi oleh panitia acara. Dari sana, dia sudah mengenakan rompi baju tradisional Nias dan juga Kalabubu.

“Pertahankan selamanya kebudayaan lokal sebagai kearifan lokal dan kami apresiasi kepada panitia karena ini luar biasa setiap saat kita terus diikat oleh kebudayaan Indonesia dan Nias selalu ada di hati saya,” tuturnya mengapresiasi acara tersebut.

Untuk diketahui, Asian Games 2018 yang merupakan ajang olahraga terbesar di Asia akan digelar pada 18 Agustus 2018 – 2 September 2018 di dua tempat utama, yakni Jakarta dan Palembang. Selain itu, juga di beberapa tempat sebagai tuan rumah pendukung, seperti Lampung, Jawa Barat dan Banten. Sebanyak 41 cabang olahraga akan dipertandingkan, terdiri atas 33 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade. Indonesia akan menjadi tuan rumah kedua kalinya setelah pertama sekali pada Asian Games 1962.

Sekilas Tentang PPN

Para pemuda Nias yang tergabung dalam Pemuda Peduli Nias saat audiensi dengan Menpora Imam Nahrawi sebelum penyelenggaraan Pagelaran Budaya Nias di area CFD, Jakarta | FB Evan Zebua

Para pemuda Nias yang tergabung dalam Pemuda Peduli Nias saat audiensi dengan Menpora Imam Nahrawi sebelum penyelenggaraan Pagelaran Budaya Nias di area CFD, Jakarta | FB Evan Zebua

Kepada Nias Satu, humas Pagelaran Seni dan Budaya Nias 2017 Evan Zebua menjelaskan bahwa sebenarnya PPN itu bukan organisasi. Nama PPN itu muncul ketika melakukan aksi di kantor Pusat PLN serta membuat laporan ke Ombudsman RI terkait pemadaman listrik di Pulau Nias pada tahun lalu.

“Awalnya adalah ketika teman-teman dari PPN berolahraga di Bundaran HI lalu berinteraksi dengan para pengunjung CFD. Kami mencoba menanyakan apakah mereka tahu tentang Nias. Tapi ternyata banyak yang menjawab tidak tahu. Lalu, kami melakukan survei kecil-kecilan secara lisan. Dan hampir 99% partisan CFD yang kami tanyakan sama sekali tidak mengenal Nias. Itulah awalnya. Kami merasa sedih. Dan itu kami bahas secara berkelanjutan dengan rekan-rekan dan akhirnya memutuskan untuk membuat flasmob di Bundaran HI dengan menampilkan budaya Nias,” jelas Evan.

Dia juga mengatakan, pada beberapa kesempatan ketika para pemuda Nias memperkenalkan diri kepada teman-temannya, kebanyakan menebak bahwa Nias itu terletak di Aceh, Sulawesi, Manado, Kalimantan bahkan Toraja.

“Di sini kita merasa kalau ternyata Kepulauan Nias nyaris tidak dikenal. Itu sebabnya kita melakukan acara itu,” jelas dia.

Evan juga mengatakan, kegiatan itu murni untuk memperkenalkan letak geografis dan budaya Nias. Bukan sebagai acara tandingan kegiatan promosi budaya Nias manapun dan dimanapun yang dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat Nias lainnya.

Dia menuturkan, sampai saat ini mereka belum memiliki rencana tindak lanjut. Namun, kemungkinan akan menggandeng para pemuda Nias di kota-kota lain yang mengadakan CFD untuk melakukan hal serupa. “Biayanya lebih murah dan sasaran promosi lebih cepat,” kata dia. (ns1)

 

About the Author
  1. Efrem Gaho Reply

    Amin. Semoga saja benar.

Leave a Reply

*

Translate »