TNI AL dan Pemda Nias Selatan Resmikan Pemugaran Makam Saönigeho

Danlantamal II Padang Laksamana Pertama Agus Sulaeman, Danlanal Nias Kol (P) Heri Prihartanto, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, Keturunan Saonigeho pada peresmian pemugaran Makam Saonigeho | Dok. Marselino Fau

NIASSATU, NIAS SELATAN – Pemugaran makam Saönigeho di Desa Bawömataluo diresmikan bersama oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Nias dan Pemda Nias Selatan. Kegiatan tersebut dilakukan di tempat makam baru tidak jauh dari tempat semula di lorong Lasara, Desa Bawömataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Rabu (17/1/2018).

Peresmian diawali dengan pemotongan pita oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlatamal) II Padang Laksamana Pertama Agus Sulaeman yang sedang melakukan kunjungan kerja di Pulau Nias. Selanjutnya, diikuti dengan penandantanganan prasasti oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Nias Kolonel Heri Prihartanto dan Bupati Nias Selatan Hilarius Duha.

Peresmian tersebut dihadiri juga oleh sejumlah pejabat Pemda, Lanal dan keturunan Saönigeho dan warga Desa Bawömataluo.

Makam Saönigeho yang baru dibangun oleh TNI AL tersebut berjarak sekitar 30 meter dari tempat semula. Berbeda dari makam pada umumnya, jenazah Saönigeho ditempatkan dalam sebuah peti dengan desain khas Nias Selatan bagi para bangsawan. Peti tersebut tidak dikubur di dalam tanah melainkan di atas tanah dengan ditopang kayu yang dibuat khusus dan dilindungi dengan bangunan khusus sebagai naungannya.

Saönigeho yang namanya diabadikan sebagai nama jalan utama di Kabupaten Nias Selatan dikenal sebagai pahlawan yang sangat gigih melawan Belanda. Pria kelahiran Desa Orahili pada 1818 tersebut memimpin empat kali penyerangan kepada pasukan Belanda yang hendak menancapkan kekuasaannya di wilayah selatan Pulau Nias tersebut.

Sedangkan Desa Bawömataluo selama ini dikenal sebagai destinasi utama wisata dan kebudayaan di Pulau Nias, yang terkenal dengan arsitektur tradisional perkampungannya dan juga atraksi lompat batunya. Desa ini juga pada tahun lalu telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Juni 2017.

Sebelumnya, ketika Pulau Nias masih merupakan satu kabupaten, nama Saönigeho pernah diajukan kepada pemerintah untuk diakui sebagai pahlawan. Nama Saönigeho menempati urutan pertama dari empat nama yang dikaji dan diajukan oleh tim yang dibentuk oleh Pemda Nias pada masa itu.

Sebelumnya, bersamaan dengan peresmian Lanal Nias yang bermarkas di bekas kantor Bupati Nias Selatan di Teluk Dalam, Ibukota Kabupaten Nias Selatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut pada masa itu, Laksamana Marsetio juga sekaligus meresmikan Monumen Saönigeho yang dibangun oleh TNI AL. (ns1)

Makam Saõnigeho di Desa Bawõmataluo sebelum pemugaran | Marselino Fau

Makam Saonigeho setelah pemugaran | Dok. Marselino Fau

About the Author

Leave a Reply

*

Translate »