Pendiri SMK Bagimu Negeriku dan Yayasan API Bekerja Sama Majukan Nias

Pendiri SMK Bagimu Negeriku Ibu Elisabeth Philip bersama Pimpinan Yayasan Abdi Pusaka Indonesia (API) Senta Leo dan istrinya, Aprilin usai pertemuan | Dok. Pribadi.

NIASSATU, SEMARANG – Pendiri SMK Bagimu Negeriku Ibu Elisabeth Philip dan pimpinan Yayasan Abdi Pusaka Indonesia (API) Senta Leo sepakat saling mendukung upaya untuk membantu anak-anak Nias di bidang pendidikan dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat Nias melalui berbagai kegiatan pelatihan, khususnya bidang pertanian.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Ibu Elisabeth dengan Senta Leo dan istrinya Aprilin, yang juga dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Nias Satu, Etis Nehe di kediaman Ibu Elisabeth di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/7/2018).

“Saya akan ke Nias. Saya juga akan membawa Kepala Desa Tlogoweru untuk datang ke Promiseland di Pulau Nias. Nanti Kepala Desa itu yang akan bercerita mengenai bagaimana desa mereka berubah dan sekarang masyarakatnya sejahtera dan mandiri setelah sekian tahun kami dampingi,” ujar Ibu Elisabeth.

Tak cuma itu, Ibu Elisabeth juga menjanjikan akan meminta beberapa kenalan yang juga menjadi bagian dari timnya yang melatih masyarakat Desa Tlogoweru untuk memberikan pelatihan di Pulau Nias yang akan difasilitasi lembaga pimpinan Senta tersebut.

Selain itu, Ibu Elisabeth juga mengatakan akan mendorong anak-anak Nias yang telah menamatkan pendidikan di SMK Bagimu Negeriku agar pulang ke Nias setelah beberapa tahun mendapatkan pengalaman kerja di kota di luar Nias.

Ibu Elisabeth sendiri adalah penyandang tunanetra sejak usia 32 tahun. Namun, dengan kondisi keterbatasan tersebut dia berhasil mengubah keadaan miskin dan tertinggal Desa Tlogoweru, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang kini menjadi desa maju dan bahkan desa percontohan tingkat nasional melalui pendampingan dan dukungan pelatihan dan dana selama beberapa tahun hingga mandiri. Keberhasilannya mengangkat kesejahteraan masyarakat Desa Tlogoweru tersebut telah mendapat liputan luas berbagai media nasional dan internasional. Juga meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional.

Ibu Elisabeth, sejak 7 tahun lalu juga mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bagimu Negeriku yang beralamat di Jalan Palir Raya No. 66 – 68, Podorejo, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. SMK dengan fasilitas lengkap dan standar pendidikan terbaik tersebut didedikasikan untuk menolong anak-anak tak mampu dari berbagai pelosok Indonesia.

Sejak sekolah itu didirikan, berpuluh-puluh putra-putri Nias telah menamatkan pendidikan di sana. Dan saat ini, lebih dari 20 orang lagi sedang menempuh pendidikan di lima jurusan di SMK tersebut. Khusus pada tahun ini, delapan siswa/siswi asal Pulau Nias, baik yang datang langsung dari Pulau Nias maupun dari Medan, mendapat kesempatan belajar di SMK tersebut.

Sinergi

Senta menjelaskan, kerja sama dengan SMK Bagimu Negeriku tersebut dimulai dari kesadarannya bahwa perlu ada sinergi dengan lembaga-lembaga dan individu-individu yang memiliki kepedulian untuk memajukan masyarakat di daerah tertinggal dan miskin. Termasuk di Pulau Nias dimana saat ini mereka mengabdikan diri melalui pelayanan lembaga pendidikan dan panti asuhan yang mereka kelola di area yang mereka sebut dengan Promiseland di Kecamatan Gido, Kabupaten Nias.

Di panti asuhan dan lembaga-lembaga pendidikan yang mereka buka sedang mendidik berpuluh-puluh anak-anak Nias dari berbagai desa dengan latarbelakang keluarga miskin atau yatim piatu. Di tempat itu, mereka memberikan pembinaan secara integratif, tak cuma pendidikan tetapi juga pendidikan karakter, spiritual dan ketrampilan (life skill).

Selain itu, Senta juga membantu banyak anak-anak Nias yang tidak mampu melanjutkan pendidikan untuk sekolah di luar Pulau Nias. Senta membantu mencarikan informasi dan sekolah, termasuk biaya transportasi menuju ke sekolah-sekolah tersebut bagi yang kesulitan biaya..

“Kami memiliki kerinduan untuk ambil bagian memajukan masyarakat Nias. Kami sudah 13 tahun lebih mengabdikan diri di Pulau Nias. Kami sadar bahwa kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami membangun jaringan dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian yang sama. Sehingga apa yang diperlukan di Nias, bila sudah ada di tempat lain maka kita bekerja sama melakukannya tanpa membentuk lembaga baru. Jadi dengan itu, apa yang kita kerjakan tidak tumpang tindih (overlap). Dengan itu, kita bisa saling mendukung dan kemudian menggunakan sumber daya yang ada untuk bidang-bidang lain yang belum digarap,” jelas Senta.

Sejak perkenalan dengan Yayasan Bagimu Negeriku tersebut, kemudian Senta diminta menjadi salah satu penghubung (person in contact/PIC) bagi SMK Bagimu Negeriku di Pulau Nias untuk menjaring anak-anak Nias yang ingin melanjutkan pendidikan namun memiliki kendala biaya. (baca: 8 Putra-Putri Nias Lanjutkan Pendidikan di SMK Bagimu Negeriku Semarang)

Sebagai realisasinya, pada Sabtu (7/7/2018), Senta dan istrinya Aprilin membawa dua putra dan dua putri asal Nias yang telah mereka seleksi ke SMK Bagimu Negeriku. Keempatnya langsung masuk ke asrama dan selanjutnya mempersiapkan diri memasuki kegiatan belajar pada awal tahun ajaran 2018/2019. Sedangkan dua lainnya dibawa ke STT SAPPI di Cipanas untuk mendapatkan pendidikan teologi namun dengan keahlian tambahan di bidang peternakan dan pertanian.

Senta sendiri awalnya adalah seorang pengusaha di Jakarta. Namun, sejak 13 tahun lalu, sejak gempa dahsyat meluluhlantakkan Pulau Nias pada 28 Maret 2005, dia memutuskan untuk meninggalkan profesinya sebagai pengusaha dan mengabdikan diri untuk melayani dan ambil bagian memajukan masyarakat Nias. Kemudian, dia memboyong seluruh keluarganya ke Pulau Nias dan merintis panti asuhan dan sekolah-sekolah bagi anak-anak dari keluarga tak mampu di PUlau Nias yang berlokasi di Kecamatan Gidö, Kabupaten Nias. (ns1)

About the Author
  1. Karpet Lantai Reply

    Kita dukung supaya pulau nias tetap maju terutama dalam hal pendidikan Yaahowu Tano Niha..

Leave a Reply

*

Translate »