15 November, Garuda Indonesia Mulai Penerbangan Langsung Jakarta – Nias

Dari kiri ke kanan : Ketua DPRD Nias Barat Nitema Gulo, Ketua DPRD Kota Gunung Sitoli Herman Jaya Yarefa, Ketua DPRD Nias Selatan Sidi Adil Harita, Ketua DPRD Nias Yaredi Laoli, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, Bupati Nias Utara M. Ingati Nazara, Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, Staf Khusus Kemenhunkam Ian Siagian, Cosmas | Dok. Garuda Indonesia.

NIASSATU, JAKARTA – Operasional perdana penerbangan langsung rute baru maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta ke Pulau Nias dipastikan dimulai besok, Kamis, 15 November 2018.

Penerbangan tersebut akan menggunakan pesawat CRJ Bombardier 1000 Next-Gen berkapasitas 96 penumpang sebanyak tiga kali dalam seminggu.

“Rute penerbangan Jakarta – Gunung Sitoli pp tersebut akan beroperasi sebanyak 3 kali seminggu setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Pembukaan rute penerbangan baru ke Gunung Sitoli tersebut akan efektif mulai 15 November 2018,” ujar Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah dalam siaran pers yang diterima redaksi Nias Satu, Rabu (14/11/2018).

Pikri menjelaskan, rute Jakarta-Gunungsitoli tersebut selain sebagai upaya perusahaan dalam memperkuat konektivitas, juga sebagai bagian dukungan maskapai itu bagi perkembangan perekonomian dan wisata kepulauan Nias.

Pembukaan rute baru tersebut, kata dia, merupakan langkah strategis Garuda Indonesia dalam meningkatkan potensi wisata dan memperluas pangsa pasar penerbangan domestik guna memperkuat jaringan penerbangan nasional.

“Kami harapkan pembukaan rute Jakarta – Gunung Sitoli ini juga dapat turut mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan potensi pariwisata nasional sekaligus menunjang pertumbuhan iklim investasi nasional melalui akses konektivitas yang nyaman bagi kalangan pebisnis dan pelaku sektor industri nasional,” jelas Pikri.

Pikri menambahkan, Gunung Sitoli merupakan kota di Kabupaten Nias (Pulau Nias) yang semakin berkembang yang memiliki potensi ekonomi dan perdagangan cukup ramai dan potensi wisata yang cukup menjanjikan.

Selain itu, kata dia, “Pulau Nias telah dikenal hingga ke mancanegara dengan ombak terbaik di dunia untuk surfing dan wisata “Lompat Batu” yang menjadi daya tarik dunia untuk berkunjung. Tentu saja kota ini memerlukan konektivitas yang cukup baik dengan kota Jakarta dan kota – kota lainnya di Indonesia dan internasional untuk menjamin peningkatan perekonomian dan wisatanya ke depan”.

Penerbangan dari Jakarta menuju Gunung Sitoli (Nias) akan berangkat pada pukul 07.35 LT dan akan tiba di Gunung Sitoli (Nias) pada pukul 09.55 LT, untuk sementara rute sebaliknya; Gunung Sitoli – Jakarta akan transit di Padang sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta.  Penerbangan dari Gunung Sitoli menuju Padang akan diberangkatkan pada pukul 10.50 LT dan tiba di Padang pada pukul 12.00 LT dan diberangkatkan menuju Jakarta pada pukul 12.50 dan tiba di Jakarta pukul 15.00 LT.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary M. Ikhsan Rosan mengatakan, ada perubahan jadwal dan tanggal penerbangan perdana sebagaimana sebelumnya telah diinformasikan.

Semula, penerbangan perdana dijadwalkan pada Kamis, 16 November 2018, namun kemudian akan berlangsung sehari lebih cepat menjadi 15 November 2018. Demikian juga dengan jadwal penerbangan. Semula diinformasikan penerbangan tiga kali seminggu itu akan berlangsung pada Rabu, Jum’at dan Minggu, berubah menjadi Selasa, Kamis, Sabtu. (baca: 16 November, Garuda Buka Penerbangan Langsung Jakarta – Padang – Nias)

Kerja Sama

Kepastian pengoperasian rute baru tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Garuda Indonesia dengan Pemerintah Daerah di Kepulauan Nias terkait pengoperasian penerbangan langsung tersebut.

Ditanya tentang isi kerja sama antara Garuda dan pemda-pemda di Pulau Nias, Ikhsan mengatakan bahwa ada kontribusi Pemda-pemda di Pulau Nias dalam hal operasional. Namun tidak bisa menjelaskan detilnya.

“Ada dukungan dari pemda atas operasi tapi saya tidak bisa info detailnya,” ucap dia. (ns1)

 

About the Author

Leave a Reply

*

Translate »