HUT KE-1 NIAS SATU

Nias Satu dan Gerak Setapak Menuju Nias Lebih Baik

niassatu logo

NIASSATU, JAKARTA – Tak terasa setahun. Hari ini, tepatnya, ketika Nias Satu hadir dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Nias. Setahun memulai sebuah kiprah meski masih kecil. Sekadar penanda keikutsertaan berperan mewujudkan kehidupan masyarakat Nias yang lebih baik.

Tidak banyak yang bisa diceritakan apalagi dibanggakan dengan masa hadir yang baru setahun ini. Kalau mau diukur, kemajuannya mungkin belum selangkah. Cuma setapak, barangkali. Sebuah capaian yang tak terlalu signifikan bila dilihat sekilas dan dibandingkan dengan media-media lainnya. Sebaliknya, masih banyak hal yang harus diperbaiki, disempurnakan untuk benar-benar menjadi seperti apa semangat yang membuat situs berita ini pada awalnya menjadi kenyataan.

Kami memiliki mimpi besar, dan bersifat jangka panjang untuk masyarakat Nias. Kami tidak sekadar hadir sebagai entitas media, seperti pada umumnya. Kami hadir dengan gairah yang tulus, kuat dan jelas (clear), melampaui sekadar mengaplikasikan fungsi-fungsi jurnalistik belaka, sebagaimana lazimnya sebuah media. Itu adalah sebuah mimpi yang tak bisa diselesaikan hanya dalam setahun.

Tapi kami sangat yakin akan harapan jangka panjang itu bisa menjadi kenyataan secara bertahap. Keyakinan itu lahir dari kesadaran bahwa media ini, meski dalam segala ke-apa-ada-annya saat ini, kini mendapat perhatian dan juga telah menjadi salah satu referensi utama masyarakat Nias.

Berbagai respons, baik berupa dorongan maupun kritik telah memberikan kami bahan yang sangat berguna untuk menyempurnakan secara bertahap cara hadir dan sajian-sajian kami. Tapi kami harus akui, banyak dari respons itu, untuk sementara ini belum bisa direalisasikan. Lagi-lagi karena keterbatasan dan juga karena kami memerlukan waktu untuk mengakomodir dan mengadaptasi respons-respons bernilai penting itu dalam implementasinya supaya tidak mubazir.

Meski begitu, didorong oleh visi dan misi yang mendasari berdirinya media ini, semua ide baik yang kami percaya diberikan karena niat tulus untuk bersama-sama menjadikan Pulau Nias lebih baik itu, kami tak akan berhenti untuk memperbaiki diri. Dan karena alasan itu juga kami terus mengharapkan respons konstruktif dari para pembaca sekalian.

Sebab, ini sangat penting, seperti pertama sekali kami jabarkan dalam editorial perdana situs ini mengenai tujuan situs ini hadir, yakni, tak cuma sekadar menjadi saluran informasi belaka. Kalau hanya sekadar itu, Anda akan dengan mudah menemukan hal itu di berbagai media di Pulau Nias ataupun di luar Nias. Dan kalau hanya karena alasan itu, media ini tidak harus atau wajib ada. (BACA: Kami Hadir Demi Nias Satu)

Tetapi, kehadiran kami didorong oleh sebuah visi dan misi untuk berpartisipasi mendorong dan menyiapkan situasi yang kondusif untuk mewujudkan Pulau Nias dan putra-putrinya mencapai titik-titik tertinggi dan capaian-capaian terbaik dalam berbagai aspek. Ya, kami sekadar alat mewujudkan Nias yang terbaik, nomor satu. Nias Satu pada beberapa bagian menyediakan diri menjadi fasilitator bagi generasi Nias menjadi nomor satu, atau meraih capaian-capaian terbaik di berbagai bidang kehidupan.

‘Penanda’ Provinsi Kepulauan Nias

Sekadar mengingatkan, kehadiran situs ini pertama kali di jagad maya, bersamaan dengan titik penting sejarah Pulau Nias, yakni penantian kelahiran Provinsi Kepulauan Nias pada 29 September 2019. Saat itu, DPR RI periode 2009-2014 bersidang di hari-hari terakhir masa jabatan mereka untuk memutuskan pengesahan sejumlah kabupaten/kota baru dan juga provinsi baru dimana salah satunya adalah Provinsi Kepulauan Nias.

Pemilihan tanggal peluncuran Nias Satu sengaja menyesuaikan dengan tanggal lahirnya Provinsi Kepulauan Nias itu. Saat itu, kami menyiapkan Nias Satu sebagai ‘kado istimewa’ sekaligus penanda kelahiran pertama kalinya Provinsi Kepulauan Nias.

Tapi, kenyataan berbicara lain. Politik ‘memerintahkan’ berbeda. Semua harapan pada hari “H” tersebut kandas. DPR RI memutuskan membatalkan pengesahan dengan menundanya, mengalihkannya untuk dibahas pada masa jabatan DPR RI periode baru, 2014-2019. Tentu saja dengan segala konsekuensinya yang tak sederhana, di antaranya, bahwa pengusulan pengesahan itu mesti melalui berbagai penyesuaian baru karena anggota DPR RI-nya sudah berganti. Juga ada syarat-syarat legal baru yang harus disesuaikan. (BACA: Nias Gagal Jadi Provinsi)

Namun demikian, kelahiran Nias Satu yang bertepatan dengan tanggal batalnya Pulau Nias menjadi satu provinsi, tentu juga bermakna monumental. Yaitu, bahwa terlepas dari pro dan kontra pengusulan Provinsi Kepulauan Nias tersebut, masyarakat Nias melalui berbagai saluran dan elemennya pernah mencapai titik-titik tertinggi yang bisa dicapai untuk mewujudkan impian menjadi satu, yakni, satu provinsi sendiri sebagai sarana untuk menjadi nomor satu di berbagai bidang lainnya. Dan karena itu, situs ini juga akan secara konsisten mengawal upaya-upaya menuju terwujudnya cita-cita yang kini tertunda untuk sementara tersebut.

Karena itu, setiap kali mengingat tanggal lahir situs ini, maka juga akan menjadi penanda bahwa ada pekerjaan rumah yang tak sederhana yang harus diselesaikan. Mungkin akan beda orang yang mengurusnya, akan beda cara, namun situs ini akan ada untuk membantu mewujudkannya melalui fungsi-fungsi jurnalistiknya. Jadi, itu hanyalah salah satu manfaat situs ini hadir. Tentu banyak lagi manfaat yang bisa diraih ke depan demi Nias yang lebih baik.

Hingga saat ini, seperti juga usulan daerah otonomi baru (DOB) lainnya, usulan Provinsi Kepulauan Nias juga masih mandeg. Salah satu putra Nias yang saat itu gigih mengupayakan untuk menggolkan pengesahan Provinsi Kepulauan Nias itu adalah Yasonna H. Laoly yang kini menjabat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ketika situs ini beroperasi perdana, dialah yang menjadi narasumber utama bagi Nias Satu mengenai perkembangan dinamika di DPR RI terkait [batalnya] pengesahan Provinsi Kepulauan Nias.

Bertepatan setahun situs ini, yang juga berarti setahun telah tertundanya pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, kami pun meminta pendapatnya. Yasonna tak memungkiri bahwa harapan untuk segera menikmati Pulau Nias sebagai provinsi masih harus menunggu lama. Pasalnya, situasi saat ini belum kondusif untuk merealisasikannya. Kata dia, Presiden Jokowi sendiri telah meminta pembahasan daerah otonomi baru dilakukan dengan hati-hati. Sebuah petunjuk belum siapnya pemerintah untuk memiliki DOB-DOB baru. Apalagi di tengah kelesuan ekonomi saat ini, tentu saja isu pemekaran wilayah sama sekali tidak menarik dan menjadi agenda yang kontraproduktif.

Pilkada Untuk Nias Lebih Baik

Meski begitu, hidup mesti terus berjalan. Realitas masyarakat Nias tak hanya bisa dilihat dari persepktif administratif-politis dengan menjadi sebuah provinsi. Ada banyak persoalan mendasar yang harus dikerjakan, diselesaikan dan diperbaiki terlepas Pulau Nias menjadi provinsi atau tidak. Karena itu, tidak pada tempatnya hanya menunggu dan berharap bahwa keadaan baru akan menjadi lebih baik semata-mata bila Pulau Nias telah menjadi provinsi.

Tak jadi provinsi pun, keadaan harus diperbaiki. Ini sangat bergantung pada siapa yang menggerakan perbaikan itu. Secara organisatoris, tentu mereka yang duduk karena diberi kepercayaan oleh rakyat pada posisi-posisi pengambil kebijakan sangat bertanggungjawab akan hal itu. Kepala daerah adalah posisi strategis utama tersebut.

Masalahnya, memiliki lima kepala daerah seperti saat ini dan ke depan tidak serta merta menjadikan Pulau Nias lebih baik, siapapun yang memimpin. Bahkan, berbagai indikator kemajuan menunjukkan kondisi lima atau bahkan 10 tahun terakhir tak kunjung membaik. Masih jalan di tempat. Masih betah bercokol di peringkat terbawah di jejeran kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam berbagai bidang.

Ada banyak faktor penyebabnya. Di antaranya, ketidakcakapan, ketidakkreatifan, dan sikap-sikap tak bertanggungjawab dalam menjalankan pemerintahan. Di antaranya, melalui berbagai kebijakan yang tidak sesuai kebutuhan dan aneka modus korupsi untuk memperkaya diri sendiri, keluarga dan kelompok pendukungnya.

Kini Pulau Nias mendapat kesempatan pertama dalam sejarah pelaksanaan pilkada serentak 2015 bersama lebih 200 daerah lainnya di seluruh Indonesia. Tahapannya sudah berjalan bahkan kini berada pada fase kampanye. Ini adalah momen yang bersamaan dan strategis untuk mewujudkan Pulau Nias yang lebih baik dengan memilih pemimpin yang tepat, layak dan pantas dipercaya.

Omong kosong belaka mengharapkan Pulau Nias akan lebih baik bahkan sekalipun menjadi sebuah provinsi, bila para kepala daerahnya sendiri tidak becus dan cuma jago korupsi. Kita tidak ingin Nias dipimpin oleh orang-orang bermental korup, apalagi kalau sudah ahli dalam mencuri uang rakyat.

Ingat, setiap calon bisa saja telah memenuhi syarat secara prosedur administratif. Tapi itu bukan jaminan bahwa mereka bisa dan telah lolos uji integritas dan komitmen untuk mengabdi secara tulus bagi masyarakat. Karena itu, manfaatkanlah masa-masa kampanye ini untuk menilai rekam jejak mereka, mempertanyakan komitmen mereka pada pembangunan kehidupan masyarakat secara nyata. Pertanyakan komitmennya pada penggunaan anggaran yang berintegritas, serta janji untuk bersungguh-sungguh mencegah dan membasmi korupsi yang dilakukan dengan berbagai modus yang biasanya pelakunya tidak jauh-jauh dari lingkar kekuasaan sendiri.

Masa kampanye adalah masa pencitraan. Masa pemolesan wajah, perangai, tutur kata, program, dan lain sebagainya guna menarik perhatian masyarakat pemilih. Para calon kepala daerah yang akan berlaga bisa saja membuai Anda dengan janji-janji manis mereka. Meyakinkan Anda dengan janji-janji kosongnya. Menarik hati Anda dengan omong kosongnya yang gurih dan meyakinkan. Sekali Anda salah memilih, tidak mudah untuk menegur atau memberikannya pelajaran dengan menurunkannya kembali, setidaknya selama lima tahun ke depan.

Karena itu jangan sia-siakan kesempatan ini. Setiap suara, meski cuma satu, sanggup membuat perbedaan seperti apa wajah Nias lima hingga 10 tahun ke depan. Karena itu, kritislah menilai para calon. Jangan karena alasan-alasan kesamaan daerah/kampung, marga hingga ikatan keluarga tapi karena kepentingan masyarakat Nias yang lebih luas.

Dan untuk tujuan yang sama, situs ini, melalui berita-berita berkualitas akan berupaya memberikan informasi dan panduan-panduan yang bisa menjadi referensi bagi masyarakat Nias untuk memilih pemimpin yang layak ada di posisi-posisi menentukan itu.

Mari bersama-sama, bergandeng tangan mewujudkan Pulau Nias yang lebih, lebih maju, semakin mendekati nomor satu, meski mungkin hanya setapak demi setapak. Dan pilkada yang di depan mata ini adalah setapak yang sangat menentukan menuju kemajuan yang kita harapkan bersama.

Nias Satu, Demi Nias Satu.

Ya’ahowu…

Etis Nehe
Pemimpin Redaksi NiasSatu.Com

About the Author
  1. Ismael Dachi Reply

    semoga jadi berkat dan sebagai sumber info yg dpt diandalkan karena kualitas berita yg berimbang dan faktual.sukaes selalu…gbu

Leave a Reply to Ismael Dachi Cancel reply

*

Translate »