PELESTARIAN BUDAYA NIAS

Sejarah dan Budaya Nias Kini Hadir di Peralatan Belajar Anak Sekolah

Peluncuran Produk "Nekhe-Nekhe Dana" Nias Selatan di Baloho Beach Center, Minggu (8/5/2016) |

Peluncuran Produk “Nekhe-Nekhe Dana” Nias Selatan di Baloho Beach Center, Minggu (8/5/2016) |

NIASSATU, NIAS SELATAN – Upaya pelestarian tradisi ataupun budaya Nias masih saja menjadi isu menarik di masyarakat Nias. Bahkan berbagai diskusi dan seminar digelar untuk menindaklanjutinya. Namun, tindaklanjut aneka kegiatan tersebut juga banyak yang berakhir di ruang seminar dan diskusi belaka.

Meski begitu, ada juga pencinta budaya Nias yang dengan kreatif melakukan hal-hal kecil namun hasilnya jelas, dan efektif untuk misi pelestarian jangka panjang.

Salah satunya seperti dilakukan oleh Pdt. Ugahari Wau dan Novelman Wau yang menggagas upaya pengenalan budaya Nias melalui peralatan sederhana kegiatan belajar anak-anak sekolah, yakni buku tulis Nias, zipper bag dan kotak pensil.

Idenya sederhana. Buku, tas dan kotak pensil tersebut yang biasanya menggunakan gambar-gambar orang terkenal seperti artis, pesepakbola, dan lain sebagainya, diganti dengan gambar-gambar terkait sejarah dan koleksi budaya Nias. Dilengkapi dengan catatan yang menjelaskan nama dan kisah dibalik gambar tersebut.

Cara ini dinilai sangat efektif untuk melestarikan kebudayaan Nias karena sasaran utamanya adalah anak-anak sekolah yang merupakan generasi penerus Nias.

“Kerinduan kami yang paling dalam adalah menggali nilai budaya Nias yang hampir punah. Generasi muda sekarang sudah kehilangan identitas dan lebih terobsesi dengan gaya hidup para artis yang ada di sampul buku tulis sehingga  nyaris lupa sejarah daerahnya sendiri. Kami ingin membangkitkan semangat semua pihak untuk menggali dan melestarikan budaya Nias. Melalui hal itu juga ingin memperkenalkan budaya Nias secara luas melalui program-program yang sudah direncanakan,” ujar Pdt. Ugahari pada peluncuran hasil karya mereka tersebut pada Minggu (8/5/2016) malam di Baloho Beach Center, Teluk Dalam, Nias Selatan.

Pdt. Ugahari menjelaskan, pihaknya sebelumnya sudah melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD dan Wakil Bupati Nias Selatan. Dari pertemuan itu, mereka diminta untuk membuat sebuah lembaga yang menaungi agar ide dan karya mereka lebih mudah diterima dan diakui. Itu juga akan membantu bila melakukan kerja sama resmi dengan pihak lain, termasuk pemerintah daerah.

“Menindaklanjuti masukan itu, kami akan membentuk yayasan yang akan kami namakan Yayasan “Böwö Manenu”,” tambah dia.

Acara peluncuran produk budaya Nias yang diberi nama “Nekhe-nekhe Dana”  tersebut dihadiri oleh pimpinan DPRD Nias Selatan dan sejumlah pimpinan SKPD Nias Selatan. Juga hadir sejumlah tokoh masyarakat dan budaya Nias.

Pdt. Ugahari mengatakan, untuk sementara ini, catatan sejarah dan gambar yang dipergunakan berasal dari Nias Selatan karena sementara ini foto-foto dan dokumen sejarah dari Nias Selatan yang mereka miliki.

Dia mengatakan, mereka melakukan seleksi penggunaan foto atau dokumen dengan tiga pertimbangan. Pertama, keterwakilan berbagai daerah lain di Nias, siapa dan apa sejarah di balik foto, dan artistik foto supaya diminati pasar.

“Untuk saat ini semuanya foto atau dokumen sejarah dan budaya Nias Selatan karena foto atau dokumen yang kita miliki didominasi dari Nias Selatan. Tapi ke depan, bila kita memiliki foto atau dokumen sejarah dan budaya dari luar Nias Selatan juga akan kita akomodir,” papar dia.

Sementara itu, Novelman menjelaskan, selain gambar-gambar, di setiap sampul buku juga akan disertai dengan tulisan ungkapan-ungkapan bijak Nias dalam bahasa daerah Nias beserta artinya. Dengan cara tersebut, nilai-nilai dan kebijaksaan lokal Nias dengan mudah diingat oleh anak-anak sejak dini melalui peralatan sekolah mereka.

Menariknya, karena didesain untuk tujuan pembelajaran dan juga pelestarian budaya Nias, produk tersebut bisa juga digunakan sebagai hadiah atau kenang-kenangan.

Aneka produk yang sudah dipasarkan |

Aneka produk yang sudah dipasarkan |

Pdt. Ugahari menuturkan, saat ini mereka memiliki tiga produk perdana. Yaitu, buku tulis yang terdiri dari enam desain dengan isi 56 halaman yang dihargai sebesar Rp 4.000/buku. Kemudian, zipper bag yang terdiri dari Sembilan desain dengan harga Rp 20.000/buah dan kotak pensil dengan 11 desain seharga Rp 20.000/buah.

Ketiga jenis produk tersebut bisa dibeli langsung di tempat mereka di Jl. Kueni No. 14, Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.

Atau memesannya untuk dikirimkan dengan menghubungi di nomor 085297282546, 082225928319. (ns1)

 

About the Author
  1. Jamadi Daya Reply

    itu, baru nama peduli dengan budaya,bukan hanya sekedar ngomong tatepi terlaksananya, walaupun sederhana tetapi sangat bermanfaat dan berpengaruh besar dalam kehiduapan anak-nak sekolah, sehingga budaya nias tidak pernah punah dimata generasi muda dan juga agar dunia mengenal budaya nias…. kita ikut mendukung program seperti…. sekses,,, dan jangan pernah berhenti sampai distu….gali terus gimana cara budaya nias tidak punah..

Leave a Reply to Jamadi Daya Cancel reply

*

Translate »